بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Al Kautsar:1
إِنَّآ أَعْطَيْنَـٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
Sesungguhnya Kami memberimu (wahai nabi), kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, diantaranya adalah sungai al Kautsar di surga yang kedua sisinya adalah tenda mutiara yang berongga dan tanah nya adalah kasturi.
Al-Kautsar merupakan sebuah sungai di surga dan telaga milik Nabi saw. kelak akan menjadi tempat minum bagi umatnya.
Al-Kautsar juga berarti kebaikan yang banyak, yaitu berupa kenabian, Alquran, syafaat dan lain sebagainya
Al Kautsar:2
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
Maka tunaikan rasa syukur kepada Allah atas nikmat ini dengan mengikhlaskan shalatmu seluruhnya hanya untuk tuhanmu, dan sembelihlah binatang sembelihanmu untuk NYA dan hanya dengan nama NYA semata, berbeda dengan ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik berupa pendekatan diri dengan menyembelih untuk patung-patung mereka.
atau (Maka dirikanlah salat karena Rabbmu) yaitu salat Hari Iedul Adha (dan berkurbanlah) untuk manasik hajimu.
Al Kautsar:3
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Sesungguhnya orang yang membencimu dan membenci apa yang kamu bawa, dari hidayah dan cahaya, adalah orang yang tidak meninggalkan jejak kebaikan, terputus dari segala kebaikan, yang terlupakan, yang apabila namanya disebut maka yang teringat darinya hanyalah keburukannya, atau putus keturunannya.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang yang bersikap demikian, dia adalah 'Ash bin Wail, sewaktu Nabi shalallahu alaihi wasalam ditinggal wafat putranya yang bernama Qasim, lalu 'Ash menjuluki Nabi sebagai Abtar yakni orang yang terputus keturunannya.
1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia