Tiga Golongan Manusia Dalam Menghadapi al Quran
Golongan orang-orang Mu'min
Al-Baqarah:1
الٓمٓ
Alif Lām Mīm.
Ini merupakan huruf-huruf yang digunakan sebagai pembuka beberapa surah Al-Qur`ān. Ini adalah huruf hijaiah yang tidak mempunyai makna pada dirinya karena dituliskan terpisah seperti: alif, ba, ta dan seterusnya.
Huruf-huruf ini dan huruf-huruf lainnya dari huruf-huruf yang terputus di awal-awal sejumlah surat Alquran, itu terdapat hikmah dan tujuan, karena tidak ada sesuatupun di dalam Al-Qur`ān yang tidak memiliki hikmah. Di antara hikmahnya yang paling menonjol ialah terkandung isyarat atas kemukjizatan Alquran. Maka sungguh telah terjadi tantangan dengannya terhadap orang-orang musyrik dan terbukti mereka tidak mampu untuk membantahnya, padahal huruf-huruf tersebut merupakan komponen tersusunnya bahasa Arab yang membentuk kata-kata yang mereka ketahui dan mereka gunakan untuk berbicara.
Karena itu ketidakmampuan bangsa Arab untuk mendatangkan yang semisal dengan Alquran (Padahal mereka adalah manusia yang paling fasih berbahasa Arab) menunjukkan bahwa Alquran adalah wahyu dari Allah. Oleh karena itu, pada umumnya huruf-huruf hijaiah tersebut diikuti dengan penyebutan tentang Al-Qur`ān Al-Karīm, seperti yang ada di dalam surah ini. dan Allah yang lebih mengetahui akan maksudnya.
Al-Baqarah:2
ذَٰلِكَ ٱلْكِتَـٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Makna kata :
Dzaalika arti sebenarnya adalah itulah, akan tetapi di sini diartikan dengan “inilah”. Pergeseran arti dari “itulah” ke “inilah” karena huruf Lam menunjukkan isyarat kepada sesuatu yang jauh, dan itu memberikan kesan tingginya kedudukan dan derajat al-Qur’an.
Al-Kitaab yaitu Al-Qur’anul Kariim yang dibaca oleh Rasulullah g kepada seluruh manusia.
Laa Raiba artinya tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah dan kalamNya yang diwahyukan kepada rasulNya.
Fiihi Hudan yakni di dalamnya ada petunjuk untuk meniti jalan yang menghantarkan kepada kebahagiaan dan kesempurnaan di dunia dan akhirat.
Lil muttaqiin adalah orang-orang yang menjaga dirinya dari adzab Allah dengan melakukan ketaatan, yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
Alquran itu (yakni yang dibaca oleh Muhammad sholallahu alaihi wasalam) adalah kitab yang agung yang tidak ada keraguan atau kebimbangan (baik dari segi proses turunnya maupun lafal dan maknanya) bahwasanya ia datang dari sisi Allah yang membimbing orang-orang bertakwa ke jalan yang menghantarkan mereka kepada-Nya, maka tidak benar bila ada seseorang yang ragu-ragu terhadapnya karena begitu jelasnya Alquran itu. Dimana orang-orang yang bertaqwa dapat mengambil manfaat dengannya berupa ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh dan mereka itu adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan mengikuti hukum-hukum-Nya, maksudnya orang-orang yang mengusahakan diri mereka supaya menjadi takwa dengan jalan mengikuti perintah dan menjauhi larangan demi menjaga diri dari api neraka.
Al-Baqarah:3
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ
(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
Makna kata :
يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ Yu’minuuna bil ghoib yaitu mereka yang membenarkan dengan penuh keyakinan adanya sesuatu yang ghoib dimana tidak bisa dirasakan oleh panca indera seperti Rabb yang Maha Tinggi lagi Maha suci, baik dzatNya ataupun sifatNya, malaikat, hari kebangkitan, surga dan kenikmatannya, serta neraka dan adzab di dalamnya.
وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ Wa yuqiimuunash sholaat artinya mereka yang senantiasa melaksanakan sholat lima waktu pada waktunya dengan memperhatikan syarat, rukun, dan sunah-sunahnya, serta mengerjakan sholat sunah rawatib dan selainnya.
وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ Wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun yakni mereka menginfakkan sebagian harta yang diberikan oleh Allah. Hal itu dilakukan dengan cara mengeluarkan zakat hartanya, dan berinfak untuk keperluan dirinya, istrinya, anaknya, dan orangtuanya. Serta bersedekah untuk fakir miskin.
Tafsir :
Mereka itu adalah orang-orang yang membenarkan perkara-perkara yang gaib yang tidak dapat dilihat atau ditangkap oleh panca indra dan akal mereka serta tersembunyi, karena hal itu tidak dapat diketahui kecuali dengan wahyu dari Allah kepada rasul-Nya. seperti iman kepada malaikat, hari akhir, surga, neraka dan yang lainnya dari apa-apa yang diberitakan oleh Allah atau diberitakan oleh Rosul-Nya sholallohu’alaihi wasallam.
(Iman adalah satu kalimat yang mengandung arti iqrar kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosulul-Nya, hari akhir dan qadar yang baik dan yang buruk. dan yang membuktikan benarnya ikrar tersebut adalah dengan ucapan dan amal, dengan hati, lisan dan anggota tubuh)
Dan bukti kebenaran iman mereka terhadap yang gaib adalah dengan menjaga pelaksanaan salat pada waktu-waktunya dengan pelaksanaan yang shahih sesuai dengan yang Allah syariatkan kepada nabi-Nya Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang meliputi syarat, rukun, wajib dan sunnahnya. Dan mereka adalah orang-orang yang gemar menginfakkan dari sebagian harta yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik yang sifatnya wajib seperti zakat, maupun yang tidak wajib seperti sedekah, demi mengharap pahala dari Allah..
Al-Baqarah:4
وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Dan mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.
Makna kata :
يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ Yu’minuuna bimaa unzila ilaika dengan membenarkan wahyu yang diturunkan kepada engkau wahai Rasul yaitu Al-Qur’an dan sunnah.
وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ Wa Maa unzila min qoblika maknanya dan mereka beriman terhadap kitab-kitab yang Allah turunkan kepada rasul-rasul yang sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur.
وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ Wa bil Aakhiroti hum yuuqinuun maknanya dengan kehidupan akhirat dan kejadian-kejadian yang ada pada saat itu seperti hisab, penghitungan pahala, dan pembalasan. Mereka mengetahui dan meyakini tanpa ada keraguan sedikitpun, karena sempurnanya iman dan besarnya ketakwaan.
Tafsir :
Mereka juga beriman dan membenarkan semua yang diturunkan kepadamu wahai Rasul dari Alquran dan segala yang diturunkan kepadamu berupa Al Hikmah yaitu as-sunnah. Dan kepada semua yang yang diturunkan kepada para rasul sebelummu berupa kitab-kitab seperti taurot, Injil dan kitab-kitab lainnya, tanpa membeda-bedakan di antara mereka.
dan mereka juga mengetahui dengan pasti dan membenarkan adanya negeri kehidupan setelah kematian dan segala yang akan terjadi di sana berupa perhitungan dan pembalasan amal perbuatannya atau hukuman. pembenaran ini dengan hati mereka yang kemudian diperlihatkan oleh lisan dan anggota tubuh mereka.
Secara khusus hari akhir disebutkan disini karena iman kepadanya termasuk diantara dorongan paling penting untuk berbuat ketaatan, menjauhi perkara-perkara yang diharamkan dan melakukan introspeksi diri.
Al-Baqarah:5
أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia