003. Al Baqarah ayat 21-22

Al-Baqarah:21

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Makna kata :

ٱلنَّاسُ An-Nas adalah Manusia, lafadz yang menunjukkan bentuk jamak dimana tidak memiliki bentuk tunggal yang selafadz. Untuk menunjukkan satu orang digunakan kata Insan.

ٱعۡبُدُواْ U’buduu : Taatilah dengan keimanan dan mengharapkan pahala dalam melakukan perintah dan menjauhi larangan, disertai dengan kecintaan dan pengagungan yang penuh kepada Allah.

رَبَّكُمُ Rabbakum : Sang Pencipta kalian dan Penguasa kalian, serta Sesembahan kalian yang benar.

خَلَقَكُمۡ Kholaqokum : Mengadakan kalian dari ketiadaan dengan takdir yang besar.

تَتَّقُونَ Tattaquun : Agar kalian bertakwa dengan membuat penjagaan yang melindungi dari adzab Allah. Hal tersebut dapat dicapai dengan keimanan dan amalan sholeh setelah meninggalkan syirik dan kemaksiatan.

Tafsir :

Wahai manusia! Sembahlah TuhanmuIni adalah panggilan dari Allah bagi manusia secara keseluruhan (atau bisa juga warga/penduduk mekkah). Sembahlah Rabb kalian semata, tanpa menyembah yang lain (mentauhidkan Allah), beribadahlah kepada Allah yang telah mengurusi kalian dengan nikmat-nikmatNya dan takutlah kepadaNya serta jangan melanggar aturan agamaNya. 

yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwaSungguh Dia telah mengadakan kalian dari ketiadaan dan juga mengadakan orang-orang sebelum kalian dengan harapan kalian menjadi manusia yang bertakwa yang diridhoi Allah dan kalian pun Ridho kepadaNya. dan Semoga penyembahan itu bisa menjadi penghalang antara kalian dan azab-Nya, dengan  menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Pada asalnya لعلَّ 'la`alla' mengungkapkan harapan, tetapi pada firman Allah berarti menyatakan kepastian.

Pelajaran dari ayat :

1. Kewajiban beribadah kepada Allah Ta’ala, yang mana itulah alasan kehidupan bagi seluruh makhluk.

2. Kewajiban mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifatNya.

Al-Baqarah:22

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Makna kata :

فِرَٰشٗا Firaasyan : Yang dapat diduduki atau ditiduri di atasnya.

بِنَآءٗ Binaa’an : dibangun laksana kubah di atas kalian

ٱلثَّمَرَٰتِ Ats-Tsamaraat : Bentuk jamak dari Tsamroh, yaitu yang ditumbuhkan oleh tanah seperti biji ataupun sayur mayur, termasuk buah-buahan yang tumbuh dari pohon.

رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ Rizqan lakum : Makanan pokok bagi kalian yang dapat kalian makan sehingga bisa bertahan hidup sampai datangnya ajal.

أَندَادٗا Andaadan : Bentuk jamak dari niddun yaitu Yang menyerupai atau semisalnya yang kalian ibadahi selain Allah atau bersamaan dengan ibadah kepada Allah dan kalian tandingkan dengan Allah Rabb yang Maha tinggi lagi Maha suci.

Tafsir :

(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu, Dia lah Robb kalian yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian supaya kehidupan kalian berjalan dengan mudah di atas permukaan nya, hamparan yang tidak begitu keras dan tidak pula begitu lunak dan  langit sebagai atap yang kuat yang memberi kenikmatan dengan menurunkan hujan dari awan yang dengan itu dia mengeluarkan untuk kalian beragam buah dan berbagai macam tumbuhan sebagai rizki untuk kalian makan dan kamu berikan rumputnya pada binatang ternakmu

Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Maka janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan (sekutu) bagi Allah dalam beribadah sedangkan kalian mengetahui keesaannya dalam menciptakan dan memberi rezeki serta hak tunggalNya untuk diibadahi. bahwa Dia adalah pencipta, sedangkan mereka itu tidak dapat menciptakan apa-apa, maka tidaklah layak disebut dan dikatakan tuhan.


Pelajaran dari ayat :

Keharaman syirik baik yang besar ataupun kecil, yang nampak maupun yang tersembunyi.

Allahu 'alam
-----------------
Daftar Pustaka : 

1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

3. Tafsir Jalalain / Jalaluddin al-Mahally asy-Syafi'i dan Jalaluddin al-Suyuthi asy-Syafi'i

4. Sumber Pelajaran dari ayat adalah Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

5. Referensi : TafsirWeb.com