002. Al Baqarah ayat 11-12

 Al-Baqarah:11

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."

Makna kata :

لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ : Al-Fasaad fil ardhi yaitu dengan berbuat kekufuran dan berlaku maksiat di bumi.

إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ : Al-Islaah fil ardhi maknanya mengadakan perbaikan dengan keimanan yang benar dan amalan shalih, meninggalkan syirik dan dosa-dosa.

Tafsir :

Dan jika dikatakan kepada mereka, maksudnya kepada orang-orang munafik tadi 

Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!" yakni Apabila mereka (orang orang munafik ) dinasehati agar berhenti berbuat kerusakan dimuka bumi dengan perbuatan kekufuran, menyimpang dari keimanan, perbuatan maksiat, membocorkan rahasia kaum mukminin, loyalitas terhadap orang-orang kafir, perbuatan dosa dan lain-lain, mereka mengingkarinya mereka berkata dengan pendustaan dan mendebat dengan mengatakan : 

Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang melakukan perbaikan. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah orang-orang yang baik dan selalu menganjurkan perbaikan, dan tidak dijumpai pada perbuatan kami hal-hal yang menjurus pada kebinasaan. Maka Allah swt. berfirman sebagai sanggahan atas ucapan mereka itu:

Al-Baqarah:12

أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْمُفْسِدُونَ وَلَـٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.

Makna Kata:

لَّا يَشۡعُرُونَ Laa yasy’uruun : Artinya Tidak mengetahui dan tidak menyadari.

Tafsir :

Ingatlah! Seruan untuk membangkitkan perhatian. Padahal sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan,  apa yang mereka lakukan dan mereka sangkakan itu adalah kerusakan yang sebenarnya,

Sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari, akan kenyataan itu. Akan tetapi karena disebabkan kebodohan dan pembangkangan mereka tidak menyadarinya. Dan mereka juga tidak merasa bahwa perbuatan mereka adalah kerusakan itu sendiri.


Pelajaran dari ayat :

1. Celaan terhadap penyataan bohong, yang biasanya menjadi karakter orang munafik.

2. Membuat perbaikan di muka bumi dilakukan dengan cara beramal dalam ketaatan kepda Allah dan rasulNya, sedangkan berbuat kerusakan di muka bumi adalah dengan bermaksiat kepada Allah dan rasulNya.

3. Tidak semua pengakuan yang dilontar oleh seseorang tentang suatu perkara mesti dibenarkan; karena orang-orang munafiq tatkala mereka berkata sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan , Allah kemudian membantah perkataan mereka.


Allahu 'alam
-----------------
Daftar Pustaka : 

1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

3. Tafsir Jalalain / Jalaluddin al-Mahally asy-Syafi'i dan Jalaluddin al-Suyuthi asy-Syafi'i

4. Sumber Pelajaran dari ayat adalah Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

5. Referensi : TafsirWeb.com