Al-Falaq:1
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
Katakanlah (wahai rasul), “aku berlindung, berpegang teguh dan bernaung kepada Rabb pemilik dan yang menguasai al falaq, yaitu waktu shubuh.
Al-Falaq:2
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
Dari keburukan dan kejahatan seluruh makhluk yang mengganggu. makhluk hidup yang berakal dan yang tidak berakal, serta dari kejahatan benda mati seperti racun dan lain sebagainya.
Al-Falaq:3
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
Dan aku berpegang teguh kepada Allah dari kejahatan yang muncul pada malam hari apabila kegelapanya telah datang dan menyebar dan dari kejahatan waktu purnama apabila telah terbenam dan yang ada padanya dari keburukan-keburukan dan gangguan-ganguan, dan dari hewan melata maupun pencuri.
Al-Falaq:4
وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
Dan aku berpegang teguh kepada Allah dari kejatahan para penyihir, yaitu tukang-tukang sihir wanita yang menghembuskan sihirnya (pada buhul-buhul) yang dibuat pada pintalan, kemudian pintalan yang berbuhul itu ditiup dengan memakai mantera-mantera tanpa ludah, dengan tujuan menyihir.
Zamakhsyari mengatakan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh anak-anak perempuan Lubaid yang telah disebutkan di atas tadi.
Al-Falaq:5
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
Dan aku berpegang teguh kepada Allah dari keburukan dan kejahatan orang hasad (pendengki), pembenci manusia apabila ia iri kepada mereka atas sesuatu yang Allah berikan kepada mereka, ia ingin agar nikmat-nikmat itu hilang dari mereka dan ingin menimpakan gangguan kepada mereka.
Atau apabila ia menampakkan kedengkiannya lalu berusaha atas kedengkian yang dipendamnya itu, sebagaimana yang telah dikerjakan oleh Lubaid si Yahudi tadi; dia termasuk orang-orang yang dengki terhadap Nabi sholallahu alaihi wasalam.
Ketiga jenis kejahatan yang disebutkan sesudah lafal مَا خَلَقَ Maa Khalaq, padahal semuanya itu telah terkandung di dalam maknanya, hal ini tiada lain mengingat kejahatan yang ditimbulkan oleh ketiga perkara tersebut sangat parah.
Allahu 'alam
-----------------
Daftar Pustaka :
1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia
2. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram
3. Tafsir Jalalain / Jalaluddin al-Mahally asy-Syafi'i dan Jalaluddin al-Suyuthi asy-Syafi'i
4. Sumber Pelajaran dari ayat adalah Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi
5. Referensi : TafsirWeb.com